Kamis, 27 November 2014

Sejarah Persib Bandung

Assalamu'alaikum..
image
Persib yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung adalah salah satu tim sepak bola Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini.
Sejarah Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan "kelas dua". VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai. 

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.

Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.

Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.

Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur'alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.
Wassalam..

Logo VILABA Part II

Kumpulan Logo VILABA Part II, ini mungkin hanya buat dokumentasi saya saja dan bila anda bila membutuhkan silahkan anda mendownload nya.









Semoga bermanfaat, salam satu hati satu nyali wani. Moal luntur ku umur moal miluan kana zaman, panceg kana hiji hate PERSIB sakmodare !

Logo VILABA Part I

Selamat sore, berhubung saya lagi semangat menulis saya mau menambah postingan diblog ini. Dan yang mau share kali ini adalah Kumpulan Logo Vilaba, bukan saya mau pamer atau apa. Saya cuma pengen buat suatu dokumentasi agar bila suatu saat nanti saya butuhkan lagi tinggal saya buka kembali postingan ini.

Nah dibawah ini beberapa picture dari hasil saya sendiri, yang sudah dicetak ke dalam sticker dan banner di organisasi kami yaitu VILABA (viking cilacap barat).

image image
image







image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
Salam biru sakmodare
PERSIB saklawase..
Thank's to All members VILABA

Momment Anniversary VILABA 4th

Happy Anniversary to VILABA (Viking Cilacap Barat) yang ke - 4 tahun, semoga apa yang selama ini kita inginkan bisa terwujud, tambah dewasa, tambah loyal dan kompak selalu.

Mungkin kata itu terlambat untuk saya ucapkan karena Anniversary VILABA atau hari jadi VILABA itu pada tanggal 28 Februari, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh all member VILABA, karena berkat kalian semua VILABA bisa sampai seperti saat ini. Kalian adalah semangat kami, dukungan, loyalitas kalian adalah bukti ke cintaan kalian terhadap PERSIB Bandung.

Tidak lupa saya ucapkan terima kasih buat seluruh jajaran Viking Distrik Banjar Patroman karena berkat dukungan dan bimbingan mereka selama ini VILABA bisa melangkah sejauh ini. Juga buat Egi Bob terima kasih yang slalu memberi saya support dan kritikan. Para pengurus dan kokolot VILABA terima kasih atas kesetian kalian terhadap VILABA. Ade japra, Ryan Bejo, Beni, Didi, dll yang ga bisa saya sebutkan satu persatu.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image


Location : Ciporos, Karangpucung - Cilacap
Date : 23 April 2014

Senin, 17 November 2014

Banner Vilaba Part I Sudah Dicetak

Alhamdulilah berkat kedisiplinan dan partisipasi semua anggota Vilaba banner sudah jadi dicetak dengan ukuran panjang 3 meter dan lebar 1 meter rencananya ini dipake pas setiap kali pertemuan rutin seminggu sekali.

Dan untuk banner yang ke 2 yang rencananya buat dipasang distadion dengan ukuran panjang 6 meter dan lebar 2 meter insya Alloh akan kami cetak akhir bulan November ini.
Sekali lagi thanks buat semua anggota Vilaba

Jumat, 14 November 2014

Desain Banner / Spanduk Vilaba Yang Baru

Desain banner atau spanduk VILABA yang baru yang insya Alloh dicetak hari ini, terima kasih kepada seluruh anggota Vilaba atas partisipasinya.

Untuk mendownload File aslinya silahkan Download dibawah ini :
 File nya berupa zip silahkan extract menggunakan aplikasi Unrar atau Winzip
didalamnya terdapat 2 file Desain + Ukuranya.

Download Now !


Terima Kasih.

Sebagian Kecil Perjalanan Kami (VILABA)

VILABA nama yang mungkin terdengar asing ditelinga anda, ya memang sebuah nama yang biasa tapi sangat begitu bermakna bagi diri saya. VILABA sendiri adalah sebuah singkatan dari VIKING CILACAP BARAT yang lahir di wilayah CILACAP BARAT Jawa Tengah sebagai suatu organisasi suporter pendukung PERSIB BANDUNG.
Organisasi ini berdiri sekitar tahun 2008 lalu, banyak hal yang saya lewati bersama VILABA dan semua anggota entah itu pro dan kontra yang selalu datang menghadang kami untuk mencoba runtuhkan VILABA. Namun alhamdulilah atas keyakinan, keteguhan, kekompakan dan ke cintaan kami terhadap PERSIB membuat setiap masalah demi masalah yang kami hadapi bisa teratasi sedikit demi sedikit.
Mungkin sebagian orang yang selalu memandang kami sebelah mata selalu menyebut VILABA biang anarkis dan pembuat onar karena kami selalu ribut dengan suporter lain yang menjadi musuh kami sebut saja ''TJ''. Maka ga sedikit orang atau organisasi lain terus berlomba untuk mencoba menghancurkan kami, tapi kami anggap itu sebagai sebuah pelajaran agar kita tetap melangkah dan mnjadi sebuah tantangan bagi kami.
Sampai suatu saat kami disudutkan dalam posisi yang sangat sulit diatas sebuah pilihan yang benar - benar membuat kami kebingungan. Karena VILABA yang sudah kami anggap keluarga ini harus bubar dan ga layak mendukung PERSIB diwilayah CILACAP BARAT akibat tekanan dan ancaman suporter pribumi, karena posisi kami bukan didaerah JAWA BARAT. Tekanan dan ancaman itu selalu datang silih berganti kepada kami setiap hari bahkan setiap waktu.
Karena waktu itu organisasi yang berdiri dibawah bendera VIKING PERSIB FANS CLUB didaerah CILACAP BARAT baru VILABA jadi tak aneh kalau menjadi sorotan dan pergunjingan suporter pribumi didaerah CILACAP ini.
Namun VILABA tidak berhenti disitu saja kita terus bergerak meski kami harus sembunyi - sembunyi untuk tetap mendukung PERSIB BANDUNG dan menyelamatkan anggota kami dari sebuah ancaman yang selalu menekan kami dan disaat itu pula banyak yang menganggap kita sudah bubar.
Hari demi hari, bulan demi bulan kami pun mencoba muncul kembali didepan publik dengan atribut lengkap kebanggan kami yaitu BIRU PERSIB yang beratas namakan VILABA hingga sampai saat ini kami slalu muncul didepan publik.
Setelah perjalan selama 2 tahun (thn 2008 - 2010) alhamdulilah pada tgl 28 februari 2010 Vilaba diresmikan oleh Viking pusat dan telah di tandatangani oleh pa Heru Joko (ketua Viking Pusat) pada saat acara anniversary Viking Banjar Patroman. Maka dari itu Vilaba bukan lah distrik melainkan korwil dari Viking Banjar Patroman.
Kita adalah keluarga yang tak akan pernah terpecahkan walau ancaman dan tekanan datang kita hadapi bersama karena kita adalah organisasi. Dan organisasi itu bukan disalah gunakan sebagai sarana untuk mencari ketenaran dan ke popularitasan semata ataupun dijadikan ajang bisnis.
Dan inilah slogan kami dari mulai berdiri sampai sekarang :
1. Dibatas pasundan kami bersaksi dukung PERSIB sampai Mati
2. Moal arek ingkar kana hate aink nepi ka modar PERSIB nu Aink.
3. Mending doraka ka lembur tibatan cul jeung PERSIB.
4. Slogan tak berarti tanpa bukti
5. Moal luntur ku umur, moal miluan kana zaman, panceg dina hate PERSIB sakmodare !!
Itu dia sebagian kecil perjalan kami nama VILABA takan akan pernah mati dalam hati dan kehidupan kami, karena VILABA tlah banyak mengajarkan KAMI tentang arti Spirit, Pengabdian, Loyalitas dan Totalitas kami kepada PERSIB dan organisasi yang sebenarnya.

Acara Syukuran Vilaba atas kemenangan PERSIB JUARA !

Suasana Nobar Vilaba laga Final Persipura Vs PERSIB

Bissmillah...

Ini merupakan awal blog Vilaba ini saya buat semoga menjadi media yang bermanfaat khususnya buat semua anggota Vilaba dan umum nya buat semuanya. Vilaba korwil distrik Viking Banjar Patroman.

"keep the fight all members Vilaba"